FAILURE IS MY BESTFRIEND

Feat. Hanna Siahaan


(Cuma Cerita Aja Sih)

Okay,
Sejak bersahabat, kami ini kalau awal tahun biasanya bikin to do list dan wish list. Jadi kegiatan apa saja yang harus dilakukan di tahun tersebut dan harapan apa yang akan ditaruh, kami catat dalam buku, ya buku ya catatan di komputer ding! Dalam satu tahun itu biasanya tidak banyak sih daftar yang dibuat. Nah, biasanya nih wish list dibuat yang reliable dan visibility mimpinya dapet ya. Jadi baiknya tulis daftar mimpi terbesarmu yang kamu yakin bisa jalani supaya ketika sorting list yah otomatis mengerucut jadi sedikit, inget mimpi boleh tapi realistis tetep.

Nah, kebetulan, tahun ini orientasi kami tu agak sama, yaitu kembali menaruh minat dalam bidang akademik, that is another way to say: pengen sekolah lagi. Tapi sayangnya, selain punya orientasi yang sama, kami juga mengalami satu hambatan yang sama pula. Ceritanya kami ini satu pengin studi ke Jerman, satunya lagi ke Inggris. Karena merasa keinginan ini sudah kami miliki sejak lama, besar harapan kami kalau cita-cita kami ini ya bisa lancar gitu jalannya, sebab kan ya kami merasa sudah banyak usahanya (wah, congkak sih ini). Jadi ya maunya wus...wus...gitu lho hasilnya. Tapi kok ternyata tidak. Pertengahan tahun ini kami dihantam berita tidak baik sih: universitas yang kami cita-citakan itu tidak ada di daftar universitas tujuan penyelenggara beasiswa terbesar di negara ini. OMG. Gimana kami mau sekolah dong?

Sebagai insan biasa yang sangat suka mengekspresikan perasaan, begitu mengetahui kabar tersebut, kami tidak bisa menahan diri. Sebentar, tentu tidak sesantai OMG itu aja reaksinya. Ya secara kami bingung juga bagian anak bangsa sebelah mana nih, maaf, yang bisa ditampung pemerintah untuk bisa kuliah di luar negeri dengan beasiswa? Apalagi dengan skema baru yang menurut kami sangat selektif (kalau ga mau dibilang eksklusif dan pemilih banget, segmented lah pokoknya). Sebab dulu aja kan ngga sesulit itu syarat dan pilihan universitasnya. Memang penyelenggara beasiswa itu banyak jumlahnya di dunia ini. Tapi, hey bukan itu. Masalahnya ada pada target kami yang terlanjur digantungkan pada beasiswa tersebut. Kalau mau maksain pindah uni, tapi kok susah sekali memulai dari awal. Wah, tuan puteri-cinderella-elzafrozen kurang struggle memang, hahaha.

Kalau mau menyalahkan keadaan, stemmanya juga terlalu jauh sis. Begini, beasiswanya itu kan milik pemerintah, kalau pemerintah sudah bikin kebijakan demikian, kan tidak bisa juga kita menjangkau secepat kilat untuk merubah sesuai keinginan kita. So, let’s make it simple ajalah, okay rencanamu gagal: yasudah, bukannya kemarin juga pernah begitu? Sering kali juga kan, bahkan rencana hidup yang lain yang lebih besar juga didera masalah serupa? Nyatanya masih cukup kwat untuk menghadapi hidup tuh. Masih hidup juga sampai sekarang, hehe. Ya, kali aja hidup memang lagi minta dinikmati dengan pekerjaan kami sementara ini. Kali aja strategi kami sebelumnya kurang jitu untuk mentargetkan sasaran. Tapi terkesan loser banget ngga sih ketika menyalahkan keadaan dan bisanya ngomel doang? Tapi tidak saudaraku pembaca yang budiman, kita kadang ngga pernah tahu sih ya ada aja rencana yang lebih besar mungkin daripada itu, atau ada strategi lain tapi memang bukan buat waktu ini aja. Yah belum mestakung (semesta mendukung) lah ibaratnya.

Kalau diingat-ingat kembali, failure is my bestfriend. haha sebuah motto yang destruktif memang. Tapi, mudah-mudahan kami selalu ingat kapan waktunya untuk kembali berjuang mengejar mimpi.

In conclude, sebagai makhluk yang juga hidup di dunia ini, janganlah sungkan melewati fase kehidupan yang memang tak terduga. Kadang kejutan-kejutan kecil dalam hidup itu manis sekaligus bijaksana (kalau tidak bisa dibilang pahit sih yaa). Kalau kebetulan hidupmu berjalan sesuai rencana, bersyukurlah. Nah, kalau hidupmu berjalan tidak sesuai rencana, YA TETAP BERSYUKUR, EMANGNYA SIAPA KAMU BERANINYA TIDAK BERSYUKUR?! -T-


Postingan populer dari blog ini

Libur Panjang = Hari Kemerdekaan?

Sebuah Nasehat Hari Raya